Lompat ke konten

UNIVERSITAS RIAU

Generasi Pesisir
Bebas Talasemia

Bersama menjaga kesehatan generasi pesisir melalui edukasi upaya pencegahan lahirnya anak penderita talasemia.

Kawasan pesisir tempat program skrining talasemia dijalankan

Cegah Talasemia Sejak Dini Untuk Masa Depan yang Sehat

Tubuh kekurangan pengangkut oksigen

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah bawaan yang diturunkan secara genetik dari orang tua, di mana tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin yang normal sehingga penderitanya mengalami anemia

Diwariskan, bukan tertular

Penyebab utama talasemia adalah mutasi genetik atau delesi gen Hb ( hemoglobin ) yang mengganggu produksi Hb (protein pembawa oksigen dalam sel darah merah), sehingga sel darah merah mudah rusak dan menyebabkan anemia. Talasemia merupakan penyakit yang diwariskan dari orang tua.

Gejala talasemia bervariasi dari ringan hingga berat tergantung tingkat keparahan penyakit.

  • Talasemia minor: gejala bisa tidak muncul sama sekali
  • Talasemia intermedia: Terkadang anemia
  • Talasemia mayor: Anemia berat

Talasemia diturunkan dari kedua orang tua ke anak

Dua pola pewarisan yang paling sering ditemui. Persentase berlaku untuk setiap kehamilan secara terpisah, bukan untuk keseluruhan jumlah anak.

Kedua orang tua pembawa sifat

Ayah Pembawa sifat
Ibu Pembawa sifat
Normal
Pembawa
Pembawa
Talasemia
25% Normal
50% Pembawa sifat
25% Talasemia

Berlaku untuk setiap kehamilan, bukan keseluruhan jumlah anak.

Salah satu orang tua pembawa sifat

Ayah Pembawa sifat
Ibu Normal
Normal
Pembawa
50% Normal
50% Pembawa sifat
0% Talasemia

Berlaku untuk setiap kehamilan, bukan keseluruhan jumlah anak.

Berdasarkan Tingkat Keparahan

Istilah "talasemia" sering dipakai untuk tiga kondisi yang sangat berbeda beratnya. Membedakannya penting, karena penanganan dan harapan hidupnya juga berbeda.

Perbandingan pembawa sifat, talasemia intermedia, dan talasemia mayor
Aspek Talasemia Minor Talasemia Intermedia Talasemia Mayor
Gejala Tidak ada anemia Anemia ringan sampai sedang Anemia berat, muncul sejak bayi
Transfusi darah Tidak perlu Kadang, saat kondisi tertentu Rutin seumur hidup
Harapan hidup Normal Mendekati normal Bergantung kepatuhan terapi
Dapat diturunkan Ya Ya Ya

Berdasarkan rantai protein hemoglobin

  • Talasemia beta terjadi akibat mutasi gen yang mengganggu pembentukan rantai beta hemoglobin.
  • Talasemia alfa terjadi akibat gangguan atau kerusakan pada gen pembentuk rantai alfa hemoglobin.

Talasemia saat ini sudah bisa disembuhkan

Pengobatan talasemia bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit.

Transfusi darah

Talasemia ringan (Hb 6 sampai 10 g/dL). Biasanya tidak membutuhkan penanganan khusus. Gejalanya umumnya ringan seperti anemia ringan. Terkadang diperlukan pengobatan dan transfusi darah.

Talasemia sedang hingga berat (Hb kurang dari 5 sampai 6 g/dL). Merupakan pengobatan wajib pada thalasemia mayor tetapi kontroversial pada thalasemia intermediate. Hal ini karena komplikasinya yang serius dan meningkatkan resiko kematian akibat komplikasi transfusi. Thalasemia mayor bisa membutuhkan transfusi setiap beberapa minggu untuk menjaga kadar Hb dalam batas normal.

Terapi kelasi besi

Pada talasemia dengan transfusi berkelanjutan, bisa memberikan efek samping berupa penimbunan zat besi. Untuk membuang kelebihan zat besi ini dibutuhkan obat kelasi besi (deferasirox, deferoxamine, deferiprone).

Splenektomi

Pasien dengan talasemia mayor dan intermediate, splenektomi terjadi karena konsekuensi hemolisis berat. Pada pasien thalassemia pembesaran limpa terjadi akibat penghancuran sel darah merah yang berlebihan, sehingga fungsi limpa tidak terkontrol atau rusak.

Transplantasi sumsum tulang

Pengobatan mengganti sumsum tulang yang dapat bersifat kuratif karena efeknya dapat menghasilkan sel darah merah normal secara permanen.

Terapi gen

Terapi gen bekerja dengan memperbaiki atau memasukkan gen normal ke dalam tubuh pasien agar dapat memproduksi hemoglobin secara normal.Hal ini bisa dilakukan dengan pengambilan sel punca hematopoietik autologus (HSC) dari pasien itu sendiri dan memodifikasinya secara genetik sehingga menjadi normal.

Teknik pengeditan genom

Inovasi terbaru lainnya adalah mengedit perpustakaan genomik, Teknik ini menargetkan mutasi DNA penyebab talasemia agar tubuh pasien dapat memproduksi hemoglobin normal kembali.

Lahirnya anak talasemia mayor dapat dicegah

Saat ini skrining atau tes darah pra nikah adalah cara terbaik untuk mendeteksi gen pembawa (Karier). Jika teridentifikasi karier, maka dapat dilakukan konseling genetik guna mencegah lahirnya anak dengan talasemia.

Tiga langkah utama pencegahan

Skrining dini dan pranikah

Pemeriksaan darah untuk mendeteksi gen pembawa (karier) talasemia pada calon pengantin, remaja, serta anak usia dini. Hal ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah lengkap dan analisis hemoglobin.

Konseling genetik

Memberikan edukasi risiko keturunan kepada pasangan yang terdeteksi sebagai pembawa sifat talasemia agar dapat mencegah lahirnya anak dengan talasemia.

Edukasi masyarakat

Edukasi secara masal mengenai pola penurunan genetik penyakit ini agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dini semakin meningkat.

Coba sendiri: apa kemungkinan pada anak Anda?

Pilih status kedua calon orang tua, lalu lihat kemungkinan pada anak.

Angka di atas bukan hanya tentang satu kehamilan. Status pembawa sifat menurun dari generasi ke generasi selama tidak diperiksa, memutusnya di generasi anda berarti generasi pesisir berikutnya bebas dari talasemia mayor.

Deteksi dini talasemia bisa dilakukan

Skrining dan deteksi dini dilakukan melalui pemeriksaan darah untuk mengidentifikasi kadar hemoglobin serta pembawa gen (karier) talasemia. Adapun jenis pemeriksaan skriningnya adalah:

Pemeriksaan darah lengkap

Tujuan pemeriksaan darah ini untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb), ukuran sel darah merah (MCV), dan rerata hemoglobin dalam sel (MCH) yang biasanya ditemukan rendah pada penderita. Penderita umumnya menunjukkan kadar hemoglobin (Hb) yang menurun, ukuran sel darah merah yang kecil (Mean Corpuscular Volume atau MCV kurang dari 80 fL), serta jumlah hemoglobin per sel yang rendah (Mean Corpuscular Hemoglobin atau MCH kurang dari 27 pg).

Analisis atau elektroforesis hemoglobin

Mengukur jenis hemoglobin (seperti HbA2 atau HbF) untuk memeriksa apakah seseorang merupakan penderita talasemia minor.

Pemeriksaan DNA

Tujuan pemeriksaan ini untuk mengetahui mutasi genetik pada penderita.

Pemeriksaan Amniosentesis dan Chorionic Villus Sampling (CVS)

Dua pemeriksaan diagnostik prenatal ( selama hamil ) yang dapat mendeteksi pembawa gen talasemia pada janin.

Waktu skrining dan deteksi dini terbaik

Sebelum menikah

Bertujuan agar calon pengantin mengetahui apakah keduanya merupakan pembawa gen (karier) talasemia, sehingga dapat mencegah risiko melahirkan anak talasemia.

Usia dini (anak hingga remaja)

Deteksi pada usia dini bertujuan untuk mengidentifikasi pembawa gen (karier) sedini mungkin.

Pada masa hamil

Deteksi pada janin untuk mendeteksi pembawa gen talasemia pada janin.

Disusun oleh dosen Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Foto Dr. Juniar Ernawaty

Dr. Juniar Ernawaty S.Kp., M.Kep., M.Ng

Foto Prof. Ns. Bayhakki

Prof. Ns. Bayhakki M.Kep., Sp.KMB, PhD

Foto Dr. Aminatul Fitri

Dr. Aminatul Fitri S.Kep., M.Kep., M.Kl

Foto Ns. Syafrida Hanum

Ns. Syafrida Hanum M.Kep., Sp.Kep.A

Generasi pesisir bebas talasemia

Bukan sekadar mengobati yang sudah sakit, melainkan memastikan anak-anak pesisir yang lahir setelah ini tidak lagi mewarisi talasemia mayor. Itu dimulai dari langkah kecil: periksa status anda, ajak pasangan memeriksakan diri, dan sebarkan yang anda pelajari di halaman ini kepada keluarga serta tetangga.

Ada pertanyaan tentang talasemia?

Fakultas Keperawatan Universitas Riau

Gedung Health Study Complex
Kampus Bina Widya UNRI Panam
Jalan HR Soebrantas Kilometer 12,5
Simpang Baru, Kecamatan Binawidya (Tampan)
Kota Pekanbaru, Riau
WhatsApp 0812 6140 9439 Kirim email

Narahubung: Ibu Erna. Balasan diberikan pada jam kerja.